Senin, 21 November 2016

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
  Satuan Pendidikan      : SMA ........
  Mata Pelajaran            : Kimia
  Kelas / Semester         : X/Genap
  Materi Pokok              : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
  Alokasi Waktu            : 3 X 45 menit  
A.     Kompetensi Inti
KI.1  : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI.2  : Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
         (gotong royong,  kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
          menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
          berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
          menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI.3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
         berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan
         humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaran, dan peradaban
         terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
         kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan mintanya untuk memecahkan masalah.
KI.4 : Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
         pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu  
         menggunakan metode   sesuai kaidah keilmuan

B.     Kompetensi Dasar  dan Indikator
No.
Kompetensi Dasar  dan Indikator
1.
1.1
Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenaraanya bersifat tentatif .
2.
2.1
Menunjukkan perilaku ilmiah ( memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, obyektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaab serta berdiskusiyang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2
Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan  sumber daya alam
2.3
Menunjukkan perilaku  rensponsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan  memecahkan masalahdan membuat keputusan
3.
3.5
Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.
Indikator
3.5.1 Menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
3.5.2 Menjelaskan hubungan antara sifat daya hantar listrik larutan dengan jenis ikatan kimia yang terdapat dalam suatu senyawa.
3.8
Menganalisis sifat  larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.  
Indikator
3.8.1  Menyebutkan gejala-gejala hantaran listrik suatu larutan
3.8.2  Membedakan larutan elektrolit dengan larutan nonelektrolit,larutan elektrolit kuat dengan larutan elektrolit lemah  berdasarkan gejala-gejala hantaran listrik.


C.     Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
1.      Menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
2.      Menjelaskan hubungan antara sifat daya hantar listrik larutan dengan jenis
          ikatan kimia yang terdapat dalam suatu senyawa.
3.      Menyebutkan gejala-gejala hantaran listrik suatu larutan
4.      Membedakan larutan elektrolit dengan larutan nonelektrolit, larutan elektrolit kuat dengan larutan elektrolit lemah  berdasarkan gejala-gejala hantaran listrik.
5.      Mengelompokkan  larutan kedalam larutan elektrolit kuat, larutan
elektrolit lemah dan larutan nonelektrolit

D.     Materi Pembelajaran
Larutan elektrolit dan nonelektrolit
Pada saat banjir orang bisa tersengat listrik. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantar arus listrik. Air banjir dapat menghantar arus listrik.
Dalam larutan elektrolit terdapat ion yang bergerak bebas. Senyawa yang dapat menghasilkan ion bila dilarutkan dalam air adalah senyawa ion dan senyawa kovalen polar. Zat yang larutannya dapat menghantar arus listrik disebut zat elektrolit. Semua senyawa ion dan senyawa kovalen polar merupakan zat elektrolit.  Zat nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena tidak mengalami ionisasi. larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik disebabkan penguraian zat menjadi ion-ion penyusunnya (proses ionisasi) dalam pelarut air.
Reaksi Ionisasi Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah
Jenis dan konsentrasi (kepekatan) suatu larutan dapat berpengaruh terhadap daya hantar listriknya. Untuk menunjukkan kekuatan elektrolit digunakan derajat ionisasi. Makin besar harga α , makin kuat elektrolit tersebut.
1. Reaksi Ionisasi Elektrolit Kuat
Larutan yang dapat memberikan lampu terang, gelembung gasnya banyak, maka larutan ini merupakan elektrolit kuat. Dalam proses ionisasinya, elektrolit kuat menghasilkan banyak ion maka a= 1 (terurai senyawa), pada persamaan reaksi ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan. Contoh : NaCl(aq) dan KI (aq)                                                                              
2. Reaksi Ionisasi Elektrolit Lemah
Larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya maka larutan ini merupakan elekrtolit lemah. Daya hantarnya buruk dan memiliki á (derajat ionisasi) kecil, karena sedikit larutan yang terurai (terionisasi). Makin sedikit yang terionisasi, makin lemah elektrolit tersebut. Dalam persamaan reaksi ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik) artinya tidak semua molekul terurai (ionisasi tidak sempurna). Contoh : Larutan gula dan urea.
Derajat Ionisasi
Banyak atau sedikitnya molekul zat yang terionisasi dinyatakan dalam derajat ionisasi. Derajat ionisasi ( α) merupakan perbandingan banyaknya molekul zat yang terurai dengan banyaknya molekul zat mula-mula.
α = 1, elektrolit kuat
0 < α < 1, elektrolit lemah
α = 0, non elektrolit.
Derajat Ionisasi dapat diketahui dengan menggunakan rumus di bawah ini : 
Jika zat terionisasi sempurna, maka derajat ionisasinya bernilai satu (α=1). Jika zat tidak dapat terionisasi, maka derajat ionisasinya bernilai nol (α=0). Sedangkan zat yang terionisasi sebagian, maka derajat ionisasinya kurang dari satu, sangat kecil (α<1).
E.      Metode Pembelajaran   
Model Pembelajaran               : Problem Basic Learning  (PBL)
Metode                                     : Ceramah dan diskusi
Pendekatan                              : Saintifik

F.  Media, Alat dan Sumber Pembelajaran
a.    Media                          :  Animasi , LCD, LKS
b.    Sumber Pembelajaran :  Buku Kimia SMA/MA  Kelas X, Artikel dari Internet.
   
G.     Kegiatan Pembelajaran
Aktivitas Guru
Aktivitas Siswa
Waktu
A.  Kegiatan Awal
-          Guru memberikan salam.
-          Guru Memeriksa kehadiran siswa,
-          Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa dalam pembelajaran ini.
Apersepsi
-          Guru mengajukan pertanyaan tentang materi prasyarat yang ada hubungannya dengan materi yang akan di ajarkan.
Apa yang dimaksud dengan larutan?

      Motivasi
-          Guru memotivasi siswa dengan komunikatif dan kreatif tentang pentingnya materi gaya antar-molekul
Pernahkah kalian berpikir mengapa saat terjadi banjir, seluruh sambungan listrik dimatikan?

-          Siswa menjawab salam.
-          Siswa menjawab dan mengangkat tangan.
-          Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.



-          Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.






-          Siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.

Kegiatan Inti

Basic Concept (Konsep Dasar)
Guru  memberikan konsep dasar, petunjuk berupa gambaran umum materi yang akan dipelajari melalui video.
-          Guru memberikan gambaran umum mengenai materi larutan elektrolit dan nonelektrolit melalui video.
-          Guru memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk bertanya dan memberikan umpan balik tentang apa yang sudah mereka amati
-          Siswa mendengarkan penjelasan
-          Siswa memperhatikan dan mendengarkan materi yang disampaikan lewat video.
Mengamati
-          Siswa mengamati video terkait larutan elektrolit dan nonelektrolit
Menanya
-          Siswa menanyakan hal-hal yang masih belum mereka pahami dari video


Defining the Problem (Pendefinisian masalah)
Guru menyampaikan permasalahan yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit dan nonelektrolit

-          Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang terdiri atas 4-5 orang
-          Guru membagikan LKS dan meminta siswa untuk mengerjakan nya dalam kelompok yang sudah dibagikan.
Menganalisis Data
-          Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok yang berisi data mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit dan menganalisis data itu


Self Learning (Pembelajaran Mandiri)
Peserta didik mencari berbagai sumber belajar yang berhubungan dengan materi  larutan elektrolit dan nonelektrolit
-          Guru menyarankan siswa untuk mencari informasi dari berbagai literatur mengenai materi larutan elektrolit dan nonelektrolit
Mengumpulkan informasi
·     Siswa mengumpulkan informasi dari berbagai literatur mengenai sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit

Exchange knowledge (Pertukaran Pengetahuan)
Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk merumuskan solusi dari permasalahan kelompok.
-          Guru mengarahkan siswa dalam berdiskusi untuk mengisi LKS.
Mengasosiasikan
-          Siswa bertukar pendapat sesama teman kelompok mengenai jawaban soal pada LKS
-          Siswa mendiskusikan dengan teman kelompok hasil jawaban yang diperoleh
-          Siswa mendiskusikan kesimpulan yang tepat untuk menyimpulkan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit pada LKS

Assessment (Penilaian)
Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang dilakukan siswa mengenai soal pada LKS
-          Guru membimbing diskusi kelompok agar siswa dapat menganalisa permasalahan tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit, sehingga siswa mendapatkan kesimpulan yang benar.
-          Guru memilih 2 kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
-          Guru membantu siswa melakukan konfirmasi dan evaluasi terhadap hasil diskusi
-          Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
Mengkomunikasikan
-          Siswa menyajikan hasil diskusi tentang sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit diperoleh melalui jawaban pada LKS
-          Siswa menyampaikan hasil jawaban pada LKS dengan menggunakan tata bahasa yang benar
-          Siswa menyimak penjelasan guru tentang kelengkapan konsep mengenai sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit


B.  Kegiatan Penutup
-          Refleksi, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang sudah di pelajari
-          Guru membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan terhadap materi yang sudah diajarkan
-          Guru memberikan evaluasi diakhir pelajaran untuk mengetahui tingkat pemahaman setiap siswa tentang materi yang telah dipelajari
-          Guru menutup pembelajaran dan mengucapkan salam.

-          Siswa menanyakan hal-hal yang belum mereka pahami




-          Siswa mengajukan diri untuk menyampaikan kesimpulan pembelajaran

-          Siswa mengrjakan soal evaluasi





-          Siswa menjawab salam



H.     Penilaian
No
Aspek
Jenis/teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
1.
Sikap
-   Observasi (tenggang rasa, kedisiplinan dan menepati janji)
    Lembar Observasi
2.
Pengetahuan
-          Tes Tertulis
-          Soal Evaluasi
3.
Keterampilan
-          Penilaian Kinerja
a.                             Praktik
b.                            Presentasi
c.                             Laporan praktik

-          Lembar Observasi


Mengertahui,                                                                           Palangka Raya, 29 Oktober 2016
Kepala Sekolah                                                                            Guru Mata Pelajaran Kimia





(                                 )                                                                        (   Nia Mustaan, S.Pd   )