STRATEGI BELAJAR
MENGAJAR
(RPP,
LKS, PPT MATERI PEMBELAJARAN, PPT SINTAK DAN SKENARIO)
OLEH:
NAMA : NIA MUSTAAN
NIM : ACC
114 036
DOSEN PENGEMPU : Dra. RULI MEILIAWATI, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2016
HANDOUT
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
Tujuan Pembelajaran :
1.
Menjelaskan pengertian larutan
elektrolit dan larutan nonelektrolit.
2.
Menjelaskan hubungan antara sifat daya
hantar listrik larutan dengan jenis
ikatan kimia yang terdapat dalam suatu senyawa.
3.
Menyebutkan gejala-gejala hantar listrik
suatu larutan
4.
Membedakan larutan elektrolit dengan
larutan nonelektrolit, larutan elektrolit kuat dengan larutan elektrolit
lemah berdasarkan gejala-gejala hantaran listrik.
5.
Mengelompokkan larutan kedalam
larutan elektrolit kuat, larutan
elektrolit lemah
dan larutan nonelektrolit
Materi Pembelajaran
A. Larutan
Larutan adalah
campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing
zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik Larutan terdiri atas
dua komponen, yaitu komponenzat terlarut dan pelarut.
• Komponen dengan jumlah yang sedikit
biasanya dinamakanzat terlarut.
• Pelarut adalah komponen yang jumlahnya
lebih banyak atau yang strukturnya tidak
berubah.
Larutan dapat
digolongkan berdasarkan:
1. Wujud pelarutnya; yaitu terdiri atas
larutan cair (contoh: larutan gula, larutan garam); larutan padat (contoh: emas
22 karat merupakan campuran homogen antara emas dan perak atau logam lain);
larutan gas (contoh: udara).
2. Daya hantar listriknya; yaitu larutan
elektrolit (dapat menhantarkan arus listrik) dan larutan non-elektrolit (tidak
dapat menghantarkan arus listrik).
Dalam
pembahasan ini, jenis pelarut yang akan dibahas ialah air. Tidak semua zat jika
dicampurkan ke dalam pelarut air dapat membentuk larutan. Garam dapur (NaCl)
dan asam asetat (CH3COOH) merupakan contoh zat yang dapat larut dalam air,
tetapi lilin tidak dapat larut dalam air. Suatu
zat akan larut dalam air apabila:
–
Kekuatan gaya antarpartikel zat setara
dengan gaya antarpartikel dalam pelarut air.
–
Zat mempunyai muatan yang sejenis dengan muatan pelarut air.
Air merupakan senyawa kovalen polar,
maka zat yang dapat larut dalam air adalah:
a. Senyawa ion, contoh NaCl, partikelnya
terdiri atas ion posirif (Na+) dan ion negatif (Cl–). Sedangkan air adalah
senyawa kovalen polar yang partikelnya terdiri atas molekulmolekul H2O yang
memiliki muatan parsial positif (δ+) dan negatif (δ-).
Mekanisme
pelarutan NaCl dalam H2O
Molekul H2O akan mengelilingi permukaan
kristal NaCl. Muatan parsial positif (δ+) dari molekul H2O akan
tertarik ke ion Cl- yang ada pada bagian luar kristal. Begitu
juga dengan muatan parsial negatifnya (δ-)
akan tertarik ke ion Na+ (Gambar 5.3) b. Senyawa kovalen polar, contoh C2H5OH
(etanol) dapat larut dalam air karena molekul-molekul C2H5OH dan air sama-sama
memiliki muatan parsial positif dan negatif. Keduanya akan tertarik satu sama
lain.
Perhatikan data ekperimen uji daya
hantar listrik terhadap beberapa larutan di bawah ini.
Dari data tabel tampak bahwa:
1. Arus listrik yang melalui larutan
asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur dapat menyebabkan lampu
menyala terang dan timbul gas di sekitar elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa
larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur memiliki daya hantar
listrik yang baik.
2. Arus listrik yang melalui larutan
asam cuka dan amonium hidroksida menyebabkan lampu tidak menyala, tetapi pada
elektrode timbul gas. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam cuka dan amonium
hidroksida memiliki daya hantar listrik yang lemah.
3. Arus listrik yang melalui larutan
gula dan larutan urea tidak mampu menyalakan lampu dan juga tidak timbul gas
pada elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan gula dan larutan urea tidak
dapat menghantarkan listrik.
Berdasarkan keterangan
di atas, maka larutan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Larutan yang dapat menghantarkan arus
listrik, disebut larutan elektrolit. Contoh: larutan asam sulfat, natrium
hidroksida, garam dapur, asam cuka, dan amonium hidroksida.
2. Larutan yang tidak dapat
menghantarkan arus listrik, disebut larutan nonelektrolit. Contoh: larutan gula
dan larutan urea.
B. Elektrolit dan Non Elektrolit
Salah satu sifat
larutan yang penting ialah daya hantar listrik. Oleh karena itu kita akan
membahas larutan elektrolit dan non elektrolit. Elektrolit adalah zat yang
dapat menghantarkan arus listrik. Larutannya disebut larutan elektrolit.
Mengapa larutan elektrolit dapat
menghantarkan arus listrik? Hal ini
disebabkan elektrolit terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air. Akan
tetapi mengapa lelehan senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan
lelehan (tanpa air; wujudnya cair) senyawa kovalen polar tidak dapat
menghantarkan arus listrik? Pada tahun 1984, Svante August Arrhenius berhasil
menjelaskan bahwa elektrolit dalam pelarut air dapat terurai menjadi
ion-ionnya, sedangkan non elektrolit dalam pelarut air tidak terurai menjadi
ion-ionnya. • Senyawa ion akan terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air.
Contoh: NaCl (s) 2 H O(l) o Na+ (aq)
+ Cl_ (aq)
Senyawa ion baik dalam pelarut air
maupun dalam bentuk lelehannya dapat menghantarkan arus listrik. • Senyawa
kovalen polar dapat menghantarkan listrik dalam pelarut air karena molekul-molekulnya akan terurai menjadi
ion-ionnya.
Contoh: CH3COOH (aq) 2 H O(l) o H+(aq)
+ CH3COO_(aq)
Akan tetapi senyawa kovalen polar yang
lain, seperti gula (C12H22O11) tidak dapat menghantarkan listrik dalam pelarut
air. Hal ini disebabkan molekul-molekul C12H22O11 tidak dapat terurai menjadi
ion-ion dalam pelarut air. Jadi senyawa kovalen polar dapat berupa elektrolit
maupun non-elektrolit. Bersifat elektrolit jika dapat bereaksi dengan pelarut
air (terhidrolisis). Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu asam, basa, dan
garam.
Daya hantar listrik senyawa ion dan senyawa
kovalen polar bergantung pada wujudnya.
a. Senyawa ion
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan
arus listrik. Sebab, dalam padatan, ionionnya tidak bergerak bebas.
• Lelehan: Dapat menghantarkan listrik.
Sebab, dalam lelehan, ion-ionnya dapat bergerak relatif lebih bebas
dibandingkan ion-ion dalam zat padat.
• Larutan (dalam pelarut air): Dapat
menghantarkan listrik. Sebab, dalam larutan, ion-ionnya dapat bergerak bebas.
b. Senyawa Kovalen Polar:
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan
listrik, karena padatannya terdiri atas molekulmolekul netral meski bersifat
polar.
• Lelehan: Tidak dapat menghantarkan
listrik, karena lelehannya terdiri atas molekulmolekul netral meski dapat
bergerak bebas.
• Larutan (dalam air) : Dapat
menghantarkan listrik, karena dalam larutan molekulmolekulnya dapat
terhidrolisis menjadi ion-ion yang dapat bergerak bebas.
Daya hantar listrik larutan elektrolit
bergantung pada jenis dan konsentrasinya.
c. Elektrolit kuat dan elektrolit lemah
1. Elektrolit kuat, adalah zat
elektrolit yang terurai sempurna dalam air. Daya hantar listriknya relatif baik
walaupun konsentrasinya relatif kecil. Tergolong elektrolit kuat yaitu:
-
Asam-asam kuat, seperti : HCl, HClO3, H2SO4, HNO3, dan lain-lain.
- Basa-basa kuat, yaitu basa-basa
golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2, dan
lain-lain.
- Garam-garam yang mudah larut, seperti:
NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain
2. Elektrolit lemah, adalah zat
elektrolit yang terurai sebagian membentuk ion-ionnya dalam pelarut air. Contoh
: asam lemah CH3COOH dan basa lemah HNO3. Tergolong elektrolit lemah yaitu:
a. Asam-asam lemah, seperti: CH3COOH,
HCN, H2CO3, H2S, dan lain-lain
b. Basa-basa lemah seperti: NH4OH,
Ni(OH)2, dan lain-lain
c. Garam-garam yang sukar larut, seperti
: AgCl, CaCrO4, PbI2, dan lain-lain Kuat atau lemahnya suatu elektrolit, secara
kuantitatif dapat dinyatakan dengan derajat ionisasi/derajat disosiasi:
Keterangan:
• Untuk elektrolit kuat :D = 1 atau D mendekati
1
• Untuk elektrolit lemah : 0 < D < 1
• Untuk non elektrolit : D = 0
Sumber :
Budi, Utami, dkk. 2009.
Kimia Untuk SMA/MA
Kelas X. Jakarta: CV. HaKa MJ.
Irvan, Permana. 2009. Memahami kimia SMA/MA Untuk Kelas X Semester
1 Dan 2. Jakarta: PT. Intan Pariwara.
Sunarya, Yayan dan Agus Setiabudi. 2009.
Mudah dan Aktif Belajar Kimia Untuk Kelas
X Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah.
Jakarta: PT. Setia Purna Inves.
SOAL
EVALUASI
Nama : Kelas
:
Lingkari salah satu jawaban yang tepat!
1. Di bawah
ini adalah hasil percobaan daya hantar listrik dari beberapa larutan.
|
Larutan
|
Lampu
|
Banyak
gelembung
|
|
1
|
Menyala
terang
|
Banyak
|
|
2
|
Menyala
redup
|
Banyak
|
|
3
|
Tidak
menyala
|
Sedikit
|
|
4
|
Tidak
menyala
|
Tidak ada
|
Dari data di atas, pasangan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah
berturut-turut adalah ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
2. Zat di bawah ini yang termasuk elektrolit senyawa kovalen dan bersifat basa
adalah....
A. NaOH
B. CH3COOH
C. HCl
D. P(OH)3
E. C12 H22 O11
3. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah ....
A. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik
B. Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion yang bebas bergerak
C. Elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutan atau leburannya dapat
menghantarkan listrik
D. Elektrolit adalah zat yang mengandung elektron-elektron yang bebas bergerak
E. Elektrolit adalah zat yang mengandung molekul- molekul yang bebas bergerak
4. Di bawah ini, yang dapat menghantarkan listrik paling baik adalah ....
A. larutan gula 0,1 M
B. larutan asamasetat 0,1 M
C. larutan asam asetat 1 M
D. larutan NaCl 0,1 M
E. larutan NaCl 1M
5. Asam klorida merupakan... jika dilarutkan kedalam air bersifat ....
A. senyawa ionik; non elektrolit B. senyawa ionik; elektrolit
C. senyawa kovalen; non elektrolit
D. senyawa kovalen; elektrolit
E. senyawa kovalen non polar; non elektrolit
6.
Dari pengujian larutan dengan alat uji elektrolit diperoleh data sebagai
berikut:
(1) Lampu menyala terang, ada gelembung gas
(2) Lampu menyala terang, ada gelembung gas
(3) Lampu redup, ada gelembung gas
(4) Lampu tidak menyala, tidak ada gelembung
gas
Larutan yang termasuk elektrolit lemah adalah
....
A. Larutan 1 dan 2
B. Larutan 2
C. Larutan 3
D. Larutan 4
E. Semua
jawaban benar
7. Peristiwa terurainya molekul senyawa kovalen menjadi ion-ion disebut…
A. Ionisasi
B. Ion positif
C. Ion tunggal
D. Ion negatif
E. Kovalenisasi
8. Senyawa HCl merupakan contoh dari ....
A. senyawa ionik yang elektrolit
B. senyawa ionik yang non elektrolit
C. senyawa kovalen yang elektrolit
D. senyawa kovalen yang non elektrolit
E. senyawa asam lemah yang non elektrolit
9. Suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik apabila mengandung....
A. elektron yang bergerak bebas
B. air yang dapat menghantarkan listrik
C. air yang terionisasi
D. Logam yang merupakan penghantar listrik
E. ion-ion yang bergerak bebas
10. Lampu alat penguji elektrolit tidak menyala ketika elektrodanya dicelupkan
ke dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektroda tetap terbentuk gelembung
gas.
Penjelasan untukkeadaan ini adalah ....
A. cuka bukan elektrolit D.
alat penguji elektrolit rusak
B. sedikit sekali cuka yang terionisasi
C. cuka merupakan elektrolit kuat E.
gas yang terbentuk adalah cuka yang menguap
KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI
1. B (1 dan 3)
2. A (NaOH)
3. A (elektrolit adalah zat yang dapat
menghantarkan arus listrik)
4. E. (larutanNaCl 1 M, semakin besar
konsentrasi maka daya hantarnya semakin bagus)
5. D (asamklorida senyawa ionic
merupakan jika dilarutkan kedalam air bersifat elektrolit )
6.
C
(Larutan 3)
7.
A (Ionisasi)
8.
A (Senyawa
ionik yang elektrolit)
9.
E
(Ion-ion yang bergerak bebas)
10.
B
(hal tersebut menunjukkan bahwa sedikit sekali cuka yang terionisasai).STRATEGI BELAJAR
MENGAJAR
(RPP,
LKS, PPT MATERI PEMBELAJARAN, PPT SINTAK DAN SKENARIO)
OLEH:
NAMA : NIA MUSTAAN
NIM : ACC
114 036
DOSEN PENGEMPU : Dra. RULI MEILIAWATI, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2016
HANDOUT
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
Tujuan Pembelajaran :
1.
Menjelaskan pengertian larutan
elektrolit dan larutan nonelektrolit.
2.
Menjelaskan hubungan antara sifat daya
hantar listrik larutan dengan jenis
ikatan kimia yang terdapat dalam suatu senyawa.
3.
Menyebutkan gejala-gejala hantar listrik
suatu larutan
4.
Membedakan larutan elektrolit dengan
larutan nonelektrolit, larutan elektrolit kuat dengan larutan elektrolit
lemah berdasarkan gejala-gejala hantaran listrik.
5.
Mengelompokkan larutan kedalam
larutan elektrolit kuat, larutan
elektrolit lemah
dan larutan nonelektrolit
Materi Pembelajaran
A. Larutan
Larutan adalah
campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing
zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik Larutan terdiri atas
dua komponen, yaitu komponenzat terlarut dan pelarut.
• Komponen dengan jumlah yang sedikit
biasanya dinamakanzat terlarut.
• Pelarut adalah komponen yang jumlahnya
lebih banyak atau yang strukturnya tidak
berubah.
Larutan dapat
digolongkan berdasarkan:
1. Wujud pelarutnya; yaitu terdiri atas
larutan cair (contoh: larutan gula, larutan garam); larutan padat (contoh: emas
22 karat merupakan campuran homogen antara emas dan perak atau logam lain);
larutan gas (contoh: udara).
2. Daya hantar listriknya; yaitu larutan
elektrolit (dapat menhantarkan arus listrik) dan larutan non-elektrolit (tidak
dapat menghantarkan arus listrik).
Dalam
pembahasan ini, jenis pelarut yang akan dibahas ialah air. Tidak semua zat jika
dicampurkan ke dalam pelarut air dapat membentuk larutan. Garam dapur (NaCl)
dan asam asetat (CH3COOH) merupakan contoh zat yang dapat larut dalam air,
tetapi lilin tidak dapat larut dalam air. Suatu
zat akan larut dalam air apabila:
–
Kekuatan gaya antarpartikel zat setara
dengan gaya antarpartikel dalam pelarut air.
–
Zat mempunyai muatan yang sejenis dengan muatan pelarut air.
Air merupakan senyawa kovalen polar,
maka zat yang dapat larut dalam air adalah:
a. Senyawa ion, contoh NaCl, partikelnya
terdiri atas ion posirif (Na+) dan ion negatif (Cl–). Sedangkan air adalah
senyawa kovalen polar yang partikelnya terdiri atas molekulmolekul H2O yang
memiliki muatan parsial positif (δ+) dan negatif (δ-).
Mekanisme
pelarutan NaCl dalam H2O
Molekul H2O akan mengelilingi permukaan
kristal NaCl. Muatan parsial positif (δ+) dari molekul H2O akan
tertarik ke ion Cl- yang ada pada bagian luar kristal. Begitu
juga dengan muatan parsial negatifnya (δ-)
akan tertarik ke ion Na+ (Gambar 5.3) b. Senyawa kovalen polar, contoh C2H5OH
(etanol) dapat larut dalam air karena molekul-molekul C2H5OH dan air sama-sama
memiliki muatan parsial positif dan negatif. Keduanya akan tertarik satu sama
lain.
Perhatikan data ekperimen uji daya
hantar listrik terhadap beberapa larutan di bawah ini.
Dari data tabel tampak bahwa:
1. Arus listrik yang melalui larutan
asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur dapat menyebabkan lampu
menyala terang dan timbul gas di sekitar elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa
larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur memiliki daya hantar
listrik yang baik.
2. Arus listrik yang melalui larutan
asam cuka dan amonium hidroksida menyebabkan lampu tidak menyala, tetapi pada
elektrode timbul gas. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam cuka dan amonium
hidroksida memiliki daya hantar listrik yang lemah.
3. Arus listrik yang melalui larutan
gula dan larutan urea tidak mampu menyalakan lampu dan juga tidak timbul gas
pada elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan gula dan larutan urea tidak
dapat menghantarkan listrik.
Berdasarkan keterangan
di atas, maka larutan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Larutan yang dapat menghantarkan arus
listrik, disebut larutan elektrolit. Contoh: larutan asam sulfat, natrium
hidroksida, garam dapur, asam cuka, dan amonium hidroksida.
2. Larutan yang tidak dapat
menghantarkan arus listrik, disebut larutan nonelektrolit. Contoh: larutan gula
dan larutan urea.
B. Elektrolit dan Non Elektrolit
Salah satu sifat
larutan yang penting ialah daya hantar listrik. Oleh karena itu kita akan
membahas larutan elektrolit dan non elektrolit. Elektrolit adalah zat yang
dapat menghantarkan arus listrik. Larutannya disebut larutan elektrolit.
Mengapa larutan elektrolit dapat
menghantarkan arus listrik? Hal ini
disebabkan elektrolit terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air. Akan
tetapi mengapa lelehan senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan
lelehan (tanpa air; wujudnya cair) senyawa kovalen polar tidak dapat
menghantarkan arus listrik? Pada tahun 1984, Svante August Arrhenius berhasil
menjelaskan bahwa elektrolit dalam pelarut air dapat terurai menjadi
ion-ionnya, sedangkan non elektrolit dalam pelarut air tidak terurai menjadi
ion-ionnya. • Senyawa ion akan terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air.
Contoh: NaCl (s) 2 H O(l) o Na+ (aq)
+ Cl_ (aq)
Senyawa ion baik dalam pelarut air
maupun dalam bentuk lelehannya dapat menghantarkan arus listrik. • Senyawa
kovalen polar dapat menghantarkan listrik dalam pelarut air karena molekul-molekulnya akan terurai menjadi
ion-ionnya.
Contoh: CH3COOH (aq) 2 H O(l) o H+(aq)
+ CH3COO_(aq)
Akan tetapi senyawa kovalen polar yang
lain, seperti gula (C12H22O11) tidak dapat menghantarkan listrik dalam pelarut
air. Hal ini disebabkan molekul-molekul C12H22O11 tidak dapat terurai menjadi
ion-ion dalam pelarut air. Jadi senyawa kovalen polar dapat berupa elektrolit
maupun non-elektrolit. Bersifat elektrolit jika dapat bereaksi dengan pelarut
air (terhidrolisis). Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu asam, basa, dan
garam.
Daya hantar listrik senyawa ion dan senyawa
kovalen polar bergantung pada wujudnya.
a. Senyawa ion
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan
arus listrik. Sebab, dalam padatan, ionionnya tidak bergerak bebas.
• Lelehan: Dapat menghantarkan listrik.
Sebab, dalam lelehan, ion-ionnya dapat bergerak relatif lebih bebas
dibandingkan ion-ion dalam zat padat.
• Larutan (dalam pelarut air): Dapat
menghantarkan listrik. Sebab, dalam larutan, ion-ionnya dapat bergerak bebas.
b. Senyawa Kovalen Polar:
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan
listrik, karena padatannya terdiri atas molekulmolekul netral meski bersifat
polar.
• Lelehan: Tidak dapat menghantarkan
listrik, karena lelehannya terdiri atas molekulmolekul netral meski dapat
bergerak bebas.
• Larutan (dalam air) : Dapat
menghantarkan listrik, karena dalam larutan molekulmolekulnya dapat
terhidrolisis menjadi ion-ion yang dapat bergerak bebas.
Daya hantar listrik larutan elektrolit
bergantung pada jenis dan konsentrasinya.
c. Elektrolit kuat dan elektrolit lemah
1. Elektrolit kuat, adalah zat
elektrolit yang terurai sempurna dalam air. Daya hantar listriknya relatif baik
walaupun konsentrasinya relatif kecil. Tergolong elektrolit kuat yaitu:
-
Asam-asam kuat, seperti : HCl, HClO3, H2SO4, HNO3, dan lain-lain.
- Basa-basa kuat, yaitu basa-basa
golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2, dan
lain-lain.
- Garam-garam yang mudah larut, seperti:
NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain
2. Elektrolit lemah, adalah zat
elektrolit yang terurai sebagian membentuk ion-ionnya dalam pelarut air. Contoh
: asam lemah CH3COOH dan basa lemah HNO3. Tergolong elektrolit lemah yaitu:
a. Asam-asam lemah, seperti: CH3COOH,
HCN, H2CO3, H2S, dan lain-lain
b. Basa-basa lemah seperti: NH4OH,
Ni(OH)2, dan lain-lain
c. Garam-garam yang sukar larut, seperti
: AgCl, CaCrO4, PbI2, dan lain-lain Kuat atau lemahnya suatu elektrolit, secara
kuantitatif dapat dinyatakan dengan derajat ionisasi/derajat disosiasi:
Keterangan:
• Untuk elektrolit kuat :D = 1 atau D mendekati
1
• Untuk elektrolit lemah : 0 < D < 1
• Untuk non elektrolit : D = 0
Sumber :
Budi, Utami, dkk. 2009.
Kimia Untuk SMA/MA
Kelas X. Jakarta: CV. HaKa MJ.
Irvan, Permana. 2009. Memahami kimia SMA/MA Untuk Kelas X Semester
1 Dan 2. Jakarta: PT. Intan Pariwara.
Sunarya, Yayan dan Agus Setiabudi. 2009.
Mudah dan Aktif Belajar Kimia Untuk Kelas
X Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah.
Jakarta: PT. Setia Purna Inves.
SOAL
EVALUASI
Nama : Kelas
:
Lingkari salah satu jawaban yang tepat!
1. Di bawah
ini adalah hasil percobaan daya hantar listrik dari beberapa larutan.
|
Larutan
|
Lampu
|
Banyak
gelembung
|
|
1
|
Menyala
terang
|
Banyak
|
|
2
|
Menyala
redup
|
Banyak
|
|
3
|
Tidak
menyala
|
Sedikit
|
|
4
|
Tidak
menyala
|
Tidak ada
|
Dari data di atas, pasangan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah
berturut-turut adalah ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
2. Zat di bawah ini yang termasuk elektrolit senyawa kovalen dan bersifat basa
adalah....
A. NaOH
B. CH3COOH
C. HCl
D. P(OH)3
E. C12 H22 O11
3. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah ....
A. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik
B. Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion yang bebas bergerak
C. Elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutan atau leburannya dapat
menghantarkan listrik
D. Elektrolit adalah zat yang mengandung elektron-elektron yang bebas bergerak
E. Elektrolit adalah zat yang mengandung molekul- molekul yang bebas bergerak
4. Di bawah ini, yang dapat menghantarkan listrik paling baik adalah ....
A. larutan gula 0,1 M
B. larutan asamasetat 0,1 M
C. larutan asam asetat 1 M
D. larutan NaCl 0,1 M
E. larutan NaCl 1M
5. Asam klorida merupakan... jika dilarutkan kedalam air bersifat ....
A. senyawa ionik; non elektrolit
B. senyawa ionik; elektrolit
C. senyawa kovalen; non elektrolit
D. senyawa kovalen; elektrolit
E. senyawa kovalen non polar; non elektrolit
6.
Dari pengujian larutan dengan alat uji elektrolit diperoleh data sebagai
berikut:
(1) Lampu menyala terang, ada gelembung gas
(2) Lampu menyala terang, ada gelembung gas
(3) Lampu redup, ada gelembung gas
(4) Lampu tidak menyala, tidak ada gelembung
gas
Larutan yang termasuk elektrolit lemah adalah
....
A. Larutan 1 dan 2
B. Larutan 2
C. Larutan 3
D. Larutan 4
E. Semua
jawaban benar
7. Peristiwa terurainya molekul senyawa kovalen menjadi ion-ion disebut…
A. Ionisasi
B. Ion positif
C. Ion tunggal
D. Ion negatif
E. Ion kompleks
8. Senyawa HCl merupakan contoh dari ....
A. senyawa ionik yang elektrolit
B. senyawa ionik yang non elektrolit
C. senyawa kovalen yang elektrolit
D. senyawa kovalen yang non elektrolit
E. senyawa asam lemah yang non elektrolit
9. Suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik apabila mengandung....
A. elektron yang bergerak bebas
B. air yang dapat menghantarkan listrik
C. air yang terionisasi
D. Logam yang merupakan penghantar listrik
E. ion-ion yang bergerak bebas
10. Lampu alat penguji elektrolit tidak menyala ketika elektrodanya dicelupkan
ke dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektroda tetap terbentuk gelembung
gas.
Penjelasan untukkeadaan ini adalah ....
A. cuka bukan elektrolit
B.
alat penguji elektrolit rusak
C. sedikit sekali cuka yang terionisasi
D. cuka merupakan elektrolit kuat
E.
gas yang terbentuk adalah cuka yang menguap
KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI
1. B (1 dan 3)
2. A (NaOH)
3. A (elektrolit adalah zat yang dapat
menghantarkan arus listrik)
4. E. (larutanNaCl 1 M, semakin besar
konsentrasi maka daya hantarnya semakin bagus)
5. D (asamklorida senyawa ionic
merupakan jika dilarutkan kedalam air bersifat elektrolit )
6.
C
(Larutan 3)
7.
A (Ionisasi)
8.
A (Senyawa
ionik yang elektrolit)
9.
E
(Ion-ion yang bergerak bebas)
10.
B
(hal tersebut menunjukkan bahwa sedikit sekali cuka yang terionisasai).