Kamis, 22 Desember 2016

persamaan dan perbedaan KTSP dan kurikulum 2013

Mencari persamaan dan perbedaan KTSP dan kurikulum 2013. Sajikan data ciri-ciri dalam tabel, lalu buat kesimpulan. Ciri-ciri yang dibedakan yaitu sebagai berikut:
1.      Tujuan
2.      Kompetensi lulusan
3.      Kompetensi Inti
4.      Kompetensi Dasar
5.      Cakupan materi
6.      Urutan materi
7.      Alokasi waktu
Dengan kasus materi pelajaran SMA Kimia kelas X
Materi : Struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
Kelas : X SEMESTER 1

Ciri-Ciri yang Dibedakan
No
KOMPONEN
KURIKULUM
KTSP
K.13
1.
TUJUAN
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.

Untuk memberikan acuan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependididikan lainya yang ada di sekolah dalam mengembangkan program- program yang akan dilaksanakan
2.
KOMPETENSI LULUSAN
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar
Isi
Standar Kompetensi Lulusan
diturunkan dari kebutuhan
masyarakat
3.
KOMPENTESI INTI
Untuk  Ktsp tidak menggunakan kompetensi tetapi menggunakan standar kompetensi dimana untuk SK nya mengacu pada mapel
Kompentensi inti dalam k. 13 ada 4 KI yaitu
KI untuk aspek  spritual
KI2 Untuk aspek sosial
KI3 untuk aspek pengetahuan
KI4 untuk aspek keterampilan

4.
KOMPETENSI DASAR
Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
Mata pelajaran diturunkan dari
kompetensi yang ingin dicapai
5.
CANGKUPAN MATERI
Tematik Kelas I-III
(mengacu mapel)
Tematik integratif Kelas I-VI
(mengacu kompetensi)
6.
URUTAN MATERI
Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti
sekumpulan mata pelajaran terpisah
Semua mata pelajaran diikat oleh
kompetensi inti (tiap kelas)
7.
ALOKASI WAKTU
16 jam pelajaran (untuk UH 2 jam)
 Mata pelajaran banyak tetapi alokasi waktu sedikit
8 mgg x 3 jp
Mata pelajaran sedikit tetapi alokasi waktu banyak

Persamaan KTSP dan Kurikulum 2013 yaitu sebagai berikut:
1.             Kurikulum 2006 (KTSP) merupakan pengembangan dari kurikulum 2004 sehingga jika dilihat dengan kurikulum 2013 sama-sama menampilkan teks sebagai butir-butir KD
2.             Untuk struktur kurikulumnya baik pada , KTSP atau pada kurikulum 2013 sama-sama dibuat atau dirancang oleh pemerintah tepatnya Depdiknas.
3.             Beberapa mata pelajaran masih ada yang sama seperti KTSP.
4.             Terdapat kesamaan esensi kurikulum, misalnya pada pendekatan ilmiah yang pada hakikatnya berpusat pada siswa,dimana siswa yang mencari pengetahuan bukan menerima pengetahuan.

v  Kesimpulan :
Berdasarkan persamaan dan perbedaan diatas kami menyimpulkan bahwa kurikulum KTSP hampir sama dengan K13 dari cakupan materi sama tapi urutan penyajian materi dalam bukunya berbeda. Sehingga kompetensi dasar dan alokasi waktunya yang dibutuhkan juga berbeda.


HANDOUT LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
 

(RPP, LKS, PPT MATERI PEMBELAJARAN, PPT SINTAK DAN SKENARIO)












OLEH:

NAMA                                    : NIA MUSTAAN    
NIM                                         : ACC 114 036
DOSEN PENGEMPU            : Dra. RULI MEILIAWATI, M.Pd
                                   






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2016


HANDOUT LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
Tujuan Pembelajaran :
1.      Menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
2.      Menjelaskan hubungan antara sifat daya hantar listrik larutan dengan jenis
          ikatan kimia yang terdapat dalam suatu senyawa.
3.      Menyebutkan gejala-gejala hantar listrik suatu larutan
4.      Membedakan larutan elektrolit dengan larutan nonelektrolit, larutan elektrolit kuat dengan larutan elektrolit lemah  berdasarkan gejala-gejala hantaran listrik.
5.      Mengelompokkan  larutan kedalam larutan elektrolit kuat, larutan
elektrolit lemah dan larutan nonelektrolit

Materi Pembelajaran
A. Larutan
Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik Larutan terdiri atas dua komponen, yaitu komponenzat terlarut dan pelarut.
• Komponen dengan jumlah yang sedikit biasanya dinamakanzat terlarut.
• Pelarut adalah komponen yang jumlahnya lebih banyak atau yang  strukturnya tidak berubah.
Larutan dapat digolongkan berdasarkan:
1. Wujud pelarutnya; yaitu terdiri atas larutan cair (contoh: larutan gula, larutan garam); larutan padat (contoh: emas 22 karat merupakan campuran homogen antara emas dan perak atau logam lain); larutan gas (contoh: udara).
2. Daya hantar listriknya; yaitu larutan elektrolit (dapat menhantarkan arus listrik) dan larutan non-elektrolit (tidak dapat menghantarkan arus listrik).

            Dalam pembahasan ini, jenis pelarut yang akan dibahas ialah air. Tidak semua zat jika dicampurkan ke dalam pelarut air dapat membentuk larutan. Garam dapur (NaCl) dan asam asetat (CH3COOH) merupakan contoh zat yang dapat larut dalam air, tetapi lilin tidak dapat larut dalam air. Suatu  zat akan larut dalam air apabila:
 – Kekuatan gaya antarpartikel zat  setara dengan gaya antarpartikel dalam pelarut air.
 – Zat mempunyai muatan yang sejenis dengan muatan pelarut air.
Air merupakan senyawa kovalen polar, maka zat yang dapat larut dalam air adalah:
a. Senyawa ion, contoh NaCl, partikelnya terdiri atas ion posirif (Na+) dan ion negatif (Cl–). Sedangkan air adalah senyawa kovalen polar yang partikelnya terdiri atas molekulmolekul H2O yang memiliki muatan parsial positif (δ+) dan negatif (δ-). Mekanisme
pelarutan NaCl dalam H2O
Molekul H2O akan mengelilingi permukaan kristal NaCl. Muatan parsial positif (δ+) dari molekul H2O akan tertarik ke ion Cl- yang ada pada bagian luar kristal. Begitu
juga dengan muatan parsial negatifnya (δ-) akan tertarik ke ion Na+ (Gambar 5.3) b. Senyawa kovalen polar, contoh C2H5OH (etanol) dapat larut dalam air karena molekul-molekul C2H5OH dan air sama-sama memiliki muatan parsial positif dan negatif. Keduanya akan tertarik satu sama lain.

Perhatikan data ekperimen uji daya hantar listrik terhadap beberapa larutan di bawah ini.
Dari data tabel tampak bahwa:
1. Arus listrik yang melalui larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur dapat menyebabkan lampu menyala terang dan timbul gas di sekitar elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur memiliki daya hantar listrik yang baik.
2. Arus listrik yang melalui larutan asam cuka dan amonium hidroksida menyebabkan lampu tidak menyala, tetapi pada elektrode timbul gas. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam cuka dan amonium hidroksida memiliki daya hantar listrik yang lemah.
3. Arus listrik yang melalui larutan gula dan larutan urea tidak mampu menyalakan lampu dan juga tidak timbul gas pada elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan gula dan larutan urea tidak dapat menghantarkan listrik.
Berdasarkan keterangan di atas, maka larutan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan elektrolit. Contoh: larutan asam sulfat, natrium hidroksida, garam dapur, asam cuka, dan amonium hidroksida.
2. Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan nonelektrolit. Contoh: larutan gula dan larutan urea.

B. Elektrolit dan Non Elektrolit
Salah satu sifat larutan yang penting ialah daya hantar listrik. Oleh karena itu kita akan membahas larutan elektrolit dan non elektrolit. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutannya disebut larutan elektrolit.
Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik? Hal ini  disebabkan elektrolit terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air. Akan tetapi mengapa lelehan senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan lelehan (tanpa air; wujudnya cair) senyawa kovalen polar tidak dapat menghantarkan arus listrik? Pada tahun 1984, Svante August Arrhenius berhasil menjelaskan bahwa elektrolit dalam pelarut air dapat terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan non elektrolit dalam pelarut air tidak terurai menjadi ion-ionnya. • Senyawa ion akan terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air.
Contoh: NaCl (s) 2 H O(l) o Na+ (aq) + Cl_ (aq)
Senyawa ion baik dalam pelarut air maupun dalam bentuk lelehannya dapat menghantarkan arus listrik. • Senyawa kovalen polar dapat menghantarkan listrik dalam pelarut air  karena molekul-molekulnya akan terurai menjadi ion-ionnya.
Contoh: CH3COOH (aq) 2 H O(l) o H+(aq) + CH3COO_(aq)
Akan tetapi senyawa kovalen polar yang lain, seperti gula (C12H22O11) tidak dapat menghantarkan listrik dalam pelarut air. Hal ini disebabkan molekul-molekul C12H22O11 tidak dapat terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air. Jadi senyawa kovalen polar dapat berupa elektrolit maupun non-elektrolit. Bersifat elektrolit jika dapat bereaksi dengan pelarut air (terhidrolisis). Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu asam, basa, dan garam.

Daya hantar listrik senyawa ion dan senyawa kovalen polar bergantung pada wujudnya.
a. Senyawa ion
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan arus listrik. Sebab, dalam padatan, ionionnya tidak bergerak bebas.
• Lelehan: Dapat menghantarkan listrik. Sebab, dalam lelehan, ion-ionnya dapat bergerak relatif lebih bebas dibandingkan ion-ion dalam zat padat.
• Larutan (dalam pelarut air): Dapat menghantarkan listrik. Sebab, dalam larutan, ion-ionnya dapat bergerak bebas.

b. Senyawa Kovalen Polar:
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan listrik, karena padatannya terdiri atas molekulmolekul netral meski bersifat polar.
• Lelehan: Tidak dapat menghantarkan listrik, karena lelehannya terdiri atas molekulmolekul netral meski dapat bergerak bebas.
• Larutan (dalam air) : Dapat menghantarkan listrik, karena dalam larutan molekulmolekulnya dapat terhidrolisis menjadi ion-ion yang dapat bergerak bebas.
Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya.

c. Elektrolit kuat dan elektrolit lemah
1. Elektrolit kuat, adalah zat elektrolit yang terurai sempurna dalam air. Daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya relatif kecil. Tergolong elektrolit kuat yaitu:
-  Asam-asam kuat, seperti : HCl, HClO3, H2SO4, HNO3, dan lain-lain.
- Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2, dan lain-lain.
- Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain
2. Elektrolit lemah, adalah zat elektrolit yang terurai sebagian membentuk ion-ionnya dalam pelarut air. Contoh : asam lemah CH3COOH dan basa lemah HNO3. Tergolong elektrolit lemah yaitu:
a. Asam-asam lemah, seperti: CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S, dan lain-lain
b. Basa-basa lemah seperti: NH4OH, Ni(OH)2, dan lain-lain
c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2, dan lain-lain Kuat atau lemahnya suatu elektrolit, secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan derajat ionisasi/derajat disosiasi:
Keterangan:
• Untuk elektrolit kuat :D = 1 atau D mendekati 1
• Untuk elektrolit lemah : 0 <  D < 1
• Untuk non elektrolit :  D = 0

Sumber :
Budi, Utami, dkk. 2009. Kimia Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: CV. HaKa MJ.
Irvan, Permana. 2009. Memahami kimia SMA/MA Untuk Kelas X Semester 1 Dan 2.     Jakarta: PT. Intan Pariwara.
Sunarya, Yayan dan Agus Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia Untuk Kelas X  Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah. Jakarta: PT. Setia Purna Inves.



















SOAL EVALUASI
Nama :                                                                                     Kelas :
Lingkari salah satu jawaban yang tepat!
1. Di bawah ini adalah hasil percobaan daya hantar listrik dari beberapa larutan.
Larutan
Lampu
Banyak gelembung
1
Menyala terang
Banyak
2
Menyala redup
Banyak
3
Tidak menyala
Sedikit
4
Tidak menyala
Tidak ada

Dari data di atas, pasangan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah berturut-turut adalah ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

2. Zat di bawah ini yang termasuk elektrolit senyawa kovalen dan bersifat basa adalah....
A. NaOH
B. CH3COOH
C. HCl
D. P(OH)3
E. C12 H22 O11

3. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah ....
A. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik
B. Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion yang bebas bergerak
C. Elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutan atau leburannya dapat menghantarkan listrik
D. Elektrolit adalah zat yang mengandung elektron-elektron yang bebas bergerak
E. Elektrolit adalah zat yang mengandung molekul- molekul yang bebas bergerak

4. Di bawah ini, yang dapat menghantarkan listrik paling baik adalah ....
A. larutan gula 0,1 M
B. larutan asamasetat 0,1 M
C. larutan asam asetat 1 M
D. larutan NaCl 0,1 M
E. larutan NaCl 1M

5. Asam klorida merupakan... jika dilarutkan kedalam air bersifat ....
A. senyawa ionik; non elektrolit B. senyawa ionik; elektrolit
C. senyawa kovalen; non elektrolit
D. senyawa kovalen; elektrolit
E. senyawa kovalen non polar; non elektrolit

6.  Dari pengujian larutan dengan alat uji elektrolit diperoleh data sebagai berikut:      
 (1) Lampu menyala terang, ada gelembung gas      
 (2) Lampu menyala terang, ada gelembung gas      
 (3) Lampu redup, ada gelembung gas      
 (4) Lampu tidak menyala, tidak ada gelembung gas      
  Larutan yang termasuk elektrolit lemah adalah ....      
  A. Larutan 1 dan 2    
  B. Larutan 2      
  C. Larutan 3      
  D. Larutan 4
  E. Semua jawaban benar

7. Peristiwa terurainya molekul senyawa kovalen menjadi ion-ion disebut…
A. Ionisasi
B. Ion positif
C. Ion tunggal
D. Ion negatif
E. Kovalenisasi

8. Senyawa HCl merupakan contoh dari ....
A. senyawa ionik yang elektrolit
B. senyawa ionik yang non elektrolit
C. senyawa kovalen yang elektrolit
D. senyawa kovalen yang non elektrolit
E. senyawa asam lemah yang non elektrolit

9. Suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik apabila mengandung....
A. elektron yang bergerak bebas
B. air yang dapat menghantarkan listrik
C. air yang terionisasi
D. Logam yang merupakan penghantar listrik
E. ion-ion yang bergerak bebas

10. Lampu alat penguji elektrolit tidak menyala ketika elektrodanya dicelupkan ke dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektroda tetap terbentuk gelembung gas.
Penjelasan untukkeadaan ini adalah ....
A. cuka bukan elektrolit                      D. alat penguji elektrolit rusak
B. sedikit sekali cuka yang terionisasi           
C. cuka merupakan elektrolit kuat      E. gas yang terbentuk adalah cuka yang menguap

KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI

1. B (1 dan 3)
2. A (NaOH)
3. A (elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik)
4. E. (larutanNaCl 1 M, semakin besar konsentrasi maka daya hantarnya semakin bagus)
5. D (asamklorida senyawa ionic merupakan jika dilarutkan kedalam air bersifat elektrolit ) 
6. C (Larutan 3)      
7. A (Ionisasi)
8. A (Senyawa ionik yang elektrolit)
9. E (Ion-ion yang bergerak bebas)

10. B (hal tersebut menunjukkan bahwa sedikit sekali cuka yang terionisasai).STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
 

(RPP, LKS, PPT MATERI PEMBELAJARAN, PPT SINTAK DAN SKENARIO)












OLEH:

NAMA                                    : NIA MUSTAAN    
NIM                                         : ACC 114 036
DOSEN PENGEMPU            : Dra. RULI MEILIAWATI, M.Pd
                                   






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2016
HANDOUT LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
Tujuan Pembelajaran :
1.      Menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
2.      Menjelaskan hubungan antara sifat daya hantar listrik larutan dengan jenis
          ikatan kimia yang terdapat dalam suatu senyawa.
3.      Menyebutkan gejala-gejala hantar listrik suatu larutan
4.      Membedakan larutan elektrolit dengan larutan nonelektrolit, larutan elektrolit kuat dengan larutan elektrolit lemah  berdasarkan gejala-gejala hantaran listrik.
5.      Mengelompokkan  larutan kedalam larutan elektrolit kuat, larutan
elektrolit lemah dan larutan nonelektrolit

Materi Pembelajaran
A. Larutan
Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik Larutan terdiri atas dua komponen, yaitu komponenzat terlarut dan pelarut.
• Komponen dengan jumlah yang sedikit biasanya dinamakanzat terlarut.
• Pelarut adalah komponen yang jumlahnya lebih banyak atau yang  strukturnya tidak berubah.
Larutan dapat digolongkan berdasarkan:
1. Wujud pelarutnya; yaitu terdiri atas larutan cair (contoh: larutan gula, larutan garam); larutan padat (contoh: emas 22 karat merupakan campuran homogen antara emas dan perak atau logam lain); larutan gas (contoh: udara).
2. Daya hantar listriknya; yaitu larutan elektrolit (dapat menhantarkan arus listrik) dan larutan non-elektrolit (tidak dapat menghantarkan arus listrik).

            Dalam pembahasan ini, jenis pelarut yang akan dibahas ialah air. Tidak semua zat jika dicampurkan ke dalam pelarut air dapat membentuk larutan. Garam dapur (NaCl) dan asam asetat (CH3COOH) merupakan contoh zat yang dapat larut dalam air, tetapi lilin tidak dapat larut dalam air. Suatu  zat akan larut dalam air apabila:
 – Kekuatan gaya antarpartikel zat  setara dengan gaya antarpartikel dalam pelarut air.
 – Zat mempunyai muatan yang sejenis dengan muatan pelarut air.
Air merupakan senyawa kovalen polar, maka zat yang dapat larut dalam air adalah:
a. Senyawa ion, contoh NaCl, partikelnya terdiri atas ion posirif (Na+) dan ion negatif (Cl–). Sedangkan air adalah senyawa kovalen polar yang partikelnya terdiri atas molekulmolekul H2O yang memiliki muatan parsial positif (δ+) dan negatif (δ-). Mekanisme
pelarutan NaCl dalam H2O
Molekul H2O akan mengelilingi permukaan kristal NaCl. Muatan parsial positif (δ+) dari molekul H2O akan tertarik ke ion Cl- yang ada pada bagian luar kristal. Begitu
juga dengan muatan parsial negatifnya (δ-) akan tertarik ke ion Na+ (Gambar 5.3) b. Senyawa kovalen polar, contoh C2H5OH (etanol) dapat larut dalam air karena molekul-molekul C2H5OH dan air sama-sama memiliki muatan parsial positif dan negatif. Keduanya akan tertarik satu sama lain.

Perhatikan data ekperimen uji daya hantar listrik terhadap beberapa larutan di bawah ini.
Dari data tabel tampak bahwa:
1. Arus listrik yang melalui larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur dapat menyebabkan lampu menyala terang dan timbul gas di sekitar elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur memiliki daya hantar listrik yang baik.
2. Arus listrik yang melalui larutan asam cuka dan amonium hidroksida menyebabkan lampu tidak menyala, tetapi pada elektrode timbul gas. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam cuka dan amonium hidroksida memiliki daya hantar listrik yang lemah.
3. Arus listrik yang melalui larutan gula dan larutan urea tidak mampu menyalakan lampu dan juga tidak timbul gas pada elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan gula dan larutan urea tidak dapat menghantarkan listrik.
Berdasarkan keterangan di atas, maka larutan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan elektrolit. Contoh: larutan asam sulfat, natrium hidroksida, garam dapur, asam cuka, dan amonium hidroksida.
2. Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, disebut larutan nonelektrolit. Contoh: larutan gula dan larutan urea.

B. Elektrolit dan Non Elektrolit
Salah satu sifat larutan yang penting ialah daya hantar listrik. Oleh karena itu kita akan membahas larutan elektrolit dan non elektrolit. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutannya disebut larutan elektrolit.
Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik? Hal ini  disebabkan elektrolit terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air. Akan tetapi mengapa lelehan senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan lelehan (tanpa air; wujudnya cair) senyawa kovalen polar tidak dapat menghantarkan arus listrik? Pada tahun 1984, Svante August Arrhenius berhasil menjelaskan bahwa elektrolit dalam pelarut air dapat terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan non elektrolit dalam pelarut air tidak terurai menjadi ion-ionnya. • Senyawa ion akan terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air.
Contoh: NaCl (s) 2 H O(l) o Na+ (aq) + Cl_ (aq)
Senyawa ion baik dalam pelarut air maupun dalam bentuk lelehannya dapat menghantarkan arus listrik. • Senyawa kovalen polar dapat menghantarkan listrik dalam pelarut air  karena molekul-molekulnya akan terurai menjadi ion-ionnya.
Contoh: CH3COOH (aq) 2 H O(l) o H+(aq) + CH3COO_(aq)
Akan tetapi senyawa kovalen polar yang lain, seperti gula (C12H22O11) tidak dapat menghantarkan listrik dalam pelarut air. Hal ini disebabkan molekul-molekul C12H22O11 tidak dapat terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air. Jadi senyawa kovalen polar dapat berupa elektrolit maupun non-elektrolit. Bersifat elektrolit jika dapat bereaksi dengan pelarut air (terhidrolisis). Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu asam, basa, dan garam.

Daya hantar listrik senyawa ion dan senyawa kovalen polar bergantung pada wujudnya.
a. Senyawa ion
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan arus listrik. Sebab, dalam padatan, ionionnya tidak bergerak bebas.
• Lelehan: Dapat menghantarkan listrik. Sebab, dalam lelehan, ion-ionnya dapat bergerak relatif lebih bebas dibandingkan ion-ion dalam zat padat.
• Larutan (dalam pelarut air): Dapat menghantarkan listrik. Sebab, dalam larutan, ion-ionnya dapat bergerak bebas.

b. Senyawa Kovalen Polar:
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan listrik, karena padatannya terdiri atas molekulmolekul netral meski bersifat polar.
• Lelehan: Tidak dapat menghantarkan listrik, karena lelehannya terdiri atas molekulmolekul netral meski dapat bergerak bebas.
• Larutan (dalam air) : Dapat menghantarkan listrik, karena dalam larutan molekulmolekulnya dapat terhidrolisis menjadi ion-ion yang dapat bergerak bebas.
Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya.

c. Elektrolit kuat dan elektrolit lemah
1. Elektrolit kuat, adalah zat elektrolit yang terurai sempurna dalam air. Daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya relatif kecil. Tergolong elektrolit kuat yaitu:
-  Asam-asam kuat, seperti : HCl, HClO3, H2SO4, HNO3, dan lain-lain.
- Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2, dan lain-lain.
- Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain
2. Elektrolit lemah, adalah zat elektrolit yang terurai sebagian membentuk ion-ionnya dalam pelarut air. Contoh : asam lemah CH3COOH dan basa lemah HNO3. Tergolong elektrolit lemah yaitu:
a. Asam-asam lemah, seperti: CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S, dan lain-lain
b. Basa-basa lemah seperti: NH4OH, Ni(OH)2, dan lain-lain
c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2, dan lain-lain Kuat atau lemahnya suatu elektrolit, secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan derajat ionisasi/derajat disosiasi:
Keterangan:
• Untuk elektrolit kuat :D = 1 atau D mendekati 1
• Untuk elektrolit lemah : 0 <  D < 1
• Untuk non elektrolit :  D = 0

Sumber :
Budi, Utami, dkk. 2009. Kimia Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: CV. HaKa MJ.
Irvan, Permana. 2009. Memahami kimia SMA/MA Untuk Kelas X Semester 1 Dan 2.     Jakarta: PT. Intan Pariwara.
Sunarya, Yayan dan Agus Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia Untuk Kelas X  Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah. Jakarta: PT. Setia Purna Inves.



















SOAL EVALUASI
Nama :                                                                                     Kelas :
Lingkari salah satu jawaban yang tepat!
1. Di bawah ini adalah hasil percobaan daya hantar listrik dari beberapa larutan.
Larutan
Lampu
Banyak gelembung
1
Menyala terang
Banyak
2
Menyala redup
Banyak
3
Tidak menyala
Sedikit
4
Tidak menyala
Tidak ada

Dari data di atas, pasangan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah berturut-turut adalah ...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

2. Zat di bawah ini yang termasuk elektrolit senyawa kovalen dan bersifat basa adalah....
A. NaOH
B. CH3COOH
C. HCl
D. P(OH)3
E. C12 H22 O11

3. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah ....
A. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik
B. Elektrolit adalah zat yang mengandung ion-ion yang bebas bergerak
C. Elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutan atau leburannya dapat menghantarkan listrik
D. Elektrolit adalah zat yang mengandung elektron-elektron yang bebas bergerak
E. Elektrolit adalah zat yang mengandung molekul- molekul yang bebas bergerak

4. Di bawah ini, yang dapat menghantarkan listrik paling baik adalah ....
A. larutan gula 0,1 M
B. larutan asamasetat 0,1 M
C. larutan asam asetat 1 M
D. larutan NaCl 0,1 M
E. larutan NaCl 1M

5. Asam klorida merupakan... jika dilarutkan kedalam air bersifat ....
A. senyawa ionik; non elektrolit 
B. senyawa ionik; elektrolit
C. senyawa kovalen; non elektrolit
D. senyawa kovalen; elektrolit
E. senyawa kovalen non polar; non elektrolit

6.  Dari pengujian larutan dengan alat uji elektrolit diperoleh data sebagai berikut:      
 (1) Lampu menyala terang, ada gelembung gas      
 (2) Lampu menyala terang, ada gelembung gas      
 (3) Lampu redup, ada gelembung gas      
 (4) Lampu tidak menyala, tidak ada gelembung gas      
  Larutan yang termasuk elektrolit lemah adalah ....      
  A. Larutan 1 dan 2    
  B. Larutan 2      
  C. Larutan 3      
  D. Larutan 4
  E. Semua jawaban benar

7. Peristiwa terurainya molekul senyawa kovalen menjadi ion-ion disebut…
A. Ionisasi
B. Ion positif
C. Ion tunggal
D. Ion negatif
E. Ion kompleks

8. Senyawa HCl merupakan contoh dari ....
A. senyawa ionik yang elektrolit
B. senyawa ionik yang non elektrolit
C. senyawa kovalen yang elektrolit
D. senyawa kovalen yang non elektrolit
E. senyawa asam lemah yang non elektrolit

9. Suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik apabila mengandung....
A. elektron yang bergerak bebas
B. air yang dapat menghantarkan listrik
C. air yang terionisasi
D. Logam yang merupakan penghantar listrik
E. ion-ion yang bergerak bebas

10. Lampu alat penguji elektrolit tidak menyala ketika elektrodanya dicelupkan ke dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektroda tetap terbentuk gelembung gas.
Penjelasan untukkeadaan ini adalah ....
A. cuka bukan elektrolit                      
B. alat penguji elektrolit rusak
C. sedikit sekali cuka yang terionisasi           
D. cuka merupakan elektrolit kuat      
E. gas yang terbentuk adalah cuka yang menguap

KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI

1. B (1 dan 3)
2. A (NaOH)
3. A (elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik)
4. E. (larutanNaCl 1 M, semakin besar konsentrasi maka daya hantarnya semakin bagus)
5. D (asamklorida senyawa ionic merupakan jika dilarutkan kedalam air bersifat elektrolit ) 
6. C (Larutan 3)      
7. A (Ionisasi)
8. A (Senyawa ionik yang elektrolit)
9. E (Ion-ion yang bergerak bebas)
10. B (hal tersebut menunjukkan bahwa sedikit sekali cuka yang terionisasai).